Sebuah kisah dimana teman saya " sebut saja " bimo mencoba meminta nomor togel kepada makhluk penunggu sumur belakang rumah bude saya ..

A THREAD BY AKBARABCD
kejadian ini terjadi tepat pada 2014 disebuah desa "P" jawa tengah
sumur tua dibelakang rumah bude dan disebelah sumur itu ada sebuah sekolah dasar (SD) itu memang terkenal sedikit horo , karena sudah ada beberapa orang yang tak sengaja melihat penunggu sumur itu .
temanku " bimo " ( nama samaran ) dia tertarik untuk meminta nomor togel kepada penunggu sumur itu karena dia penasaran .
* bukan karena tidak memiliki uang
malam itu sehabis isya bimo berkumpul bersama teman-temannya dirumah salah satu temannya untuk membicarakan rencana nya untuk meminta nomor togel .
sebut saja amir ( nama samaran ) dirumah amir semua berkumpul untuk membahas rencana nya .
bimo : pe iki ? meh sido jaluk nomer po ra? ( gimana ini ? jadi minta nomor togel gak? ) ucap bimo dan salah satu temannya sebut saja udin , membalas pertanyaan bimo .
udin : yo sido ayo mangkat .
tetapi salah seorang temannya mulai berbicara .
Rudi ( nama samaran ) : sek kosek ojo kesusu . wes ono baret'e po ? tur seng moro nang sumur e ojo okeh-okeh! cah 2 wae ben ra mayak! ucap si rudi kepada lainnya .
( bentar sebentar jangan terburu-buru udah ada baretnya ? yang datang jangan banyak-banyak! 2 orang saja agar tidak mencurigakan ) mereka semua menyetujui apa kata si rudi ini dan mengiyakan .
lalu ditengah perbincangan itu salah satu temannya ngomong ..
ardi : wes ono baret'e ?( udah ada baretnya? )
dan bimo menjawab
bimo : oh iyo durung tuku baret lali aku hahaha ( oh iya belum beli baret lupa aku aku )
dan bimo menyuruh ardi untuk membeli baret di warung terdekat .
* oh iya btw pada tau baret ? baret itu adalahh kertas untuk melinting tembakau untuk membuat rokok , orang tua jaman dahulu pasti memakai itu .

( pict from google )
oke lanjut lagi .
lepas semua sudah siap mereka berdoa agar dilindungi allah SWT .
bimo memimpin doa agar semua selamat tidak ada kendala .
malam yg sunyi tidak ada lagi warga yang keluar rumah Dan waktu sudah menunjukan pukul 23.30. bimo dan udin berjalan berdua menuju ke sumur tua belakang rumah bude dengan keadaan biasa saja tidak merasakan takut sama sekali.
Dan tibalah disumur tua itu.
Seakan tidak ada rasa takut bimo dan udin lebih mendekat ke sumur itu.
Angin berhembus kencang tetapi mereka mengabaikannya
Seakan tidak ada rasa takut bimo dan udin lebih mendekat ke sumur itu.
Angin berhembus kencang tetapi mereka mengabaikannya
Lalu mereka duduk bersilau di depan sumur tersebut dengan membakar dupa dan membaca mantra.
Lalu bimo mengambil ''barett" lalu di masukanlah baret tersebut kesumur tua itu.
Lalu bimo mengambil ''barett" lalu di masukanlah baret tersebut kesumur tua itu.
Bimo kembali duduk dan menunggunya.
Tak berselang lama datanglah se ekor harimau yang mendekatinya.
Dengan posisi duduk bersilau bimo hanya menatap sesosok harimau itu(penjaga sumur).
Tak berselang lama datanglah se ekor harimau yang mendekatinya.
Dengan posisi duduk bersilau bimo hanya menatap sesosok harimau itu(penjaga sumur).
Dan yang disusul dengan penampakannya 3 pocong yang berdiri berjejer di depan bimo. Sontak bimo kaget lalu diam.
Dan disusul lagi dengan sesosok makhluk hitam besarr.
Lalu bimo berkata
Bimo : wujud opo kui? Ireng gede duwur sak langitt(wujud apa itu? Hitam besar tinggi se langit)
Dan disusul lagi dengan sesosok makhluk hitam besarr.
Lalu bimo berkata
Bimo : wujud opo kui? Ireng gede duwur sak langitt(wujud apa itu? Hitam besar tinggi se langit)
Dan selepas bimo berkata seperti itu bimo tak sadarkan diri karena bimo kerasukan sosok penjaga disana.
Lalu si udin yang ketakutan berlari kerumah amir untuk memberitahu kalau bimo kerasukan.
Udin : hehhh tulung kae bimo klebon nang kono(hehh tolong itu bimo kerasukan)
*Sambil ngos-ngosan
*Sambil ngos-ngosan
Tanpa ada jawab semua langsung berlari ke arah sumur.
Karena arah rumah amir ke sumur tidak jauh maka tidak terlalu lama.
Dan mereka melihat bimo yang menggeram seperti harimau dan semua orang membawa bimo keluar dari area sumur itu kesuatu tempat..
Dan mereka melihat bimo yang menggeram seperti harimau dan semua orang membawa bimo keluar dari area sumur itu kesuatu tempat..
Lalu amir mendekati bimo dan bertanya.
Amir : mbah nomer e metu piro?( Mbah nomornya keluar berapa?)
Dan sontak bimo mengaum dengan keras dan hanya diam saja.
Lalu bimo disembuhkan.
Dan sontak bimo mengaum dengan keras dan hanya diam saja.
Lalu bimo disembuhkan.
Dan ketika bimo sudah sadar dia langsung berkata.
Bimo : kae barett e seng nang jero sumurr jimuk o cepettt ndak selak ilang ongkone!!!!(itu baretnya yang ada di dalam sumur ambil. Cepett nanti nomornya hilang!!)
Amir dan udin lalu kembali kesumur dan mengambil baret itu
Amir dan udin lalu kembali kesumur dan mengambil baret itu
Dan benar tenyata didalam baret itu terdapat ongko(nomor togel) yang jelas jelas bimo hanya memasukan barettt dan tidak menulis nomer itu.
Amir :ehh ono nomer e dap. Jall ayo ngge tuku metu pora nomer e (ehh ada nomornya bro. Coba ayo buat beli,keluar atau gak nomornya.
Dan mereka semua mencoba membeli apakah benar keluar nomornya karena penasaran.
Dan ketika berjalan menuju tempat pembelian nomor togel.
Tiba tiba bimo kembali melihat baret itu dan apa yang terjadi?
Nomor itu hilang dengan tiba-tiba dan semua kebingungan dan bertanya-tanya.
Tiba tiba bimo kembali melihat baret itu dan apa yang terjadi?
Nomor itu hilang dengan tiba-tiba dan semua kebingungan dan bertanya-tanya.
"Ehh nandi nomer e kok ilang?"
( Eh mana nomornya kok hilang?)
°ha embuh aku yo ra retii!?,opo baret e kijolan?( Engga tau. Aku juga ndak tau!? Apa baretnya tertukar?)
( Eh mana nomornya kok hilang?)
°ha embuh aku yo ra retii!?,opo baret e kijolan?( Engga tau. Aku juga ndak tau!? Apa baretnya tertukar?)
"Oraa! ket mau baret e tak gujengi"(engga! Dari tadi baretnya aku pegang terus)
Semua kebingungan.
Dan akhirnya mereka merasa kecewa dan pulang.
Dan akhirnya mereka merasa kecewa dan pulang.
Selang beberapa hari terjadi kesurupan masal yang di sebuah sekolah dasar(SD) dekat sumur tua itu.
*Iya aku dah cerita kan? Kalo sumur tua itu dekat dengan sekolah dasar :)
Sekolah dasar dengan sumur itu berjarak 3 meter saja. Cukup dekat kan?
*Iya aku dah cerita kan? Kalo sumur tua itu dekat dengan sekolah dasar :)
Sekolah dasar dengan sumur itu berjarak 3 meter saja. Cukup dekat kan?
Semua riweh,rame.
Aku juga sekolah disitu waktu itu hehe :v
Aku masih kelas 6 dan waktu itu sedang Ujian sekolah aku ingett bangett itu jatuh pada hari jum'at.
Aku juga sekolah disitu waktu itu hehe :v
Aku masih kelas 6 dan waktu itu sedang Ujian sekolah aku ingett bangett itu jatuh pada hari jum'at.
Aku sedang mengerjakan lebar soal ujian
*Lupa pelajaran apa :v
Dan tiba-tiba temenku kesurupan dan semua pada keluar kelas berlarian kelapangan. Semua murid cewek menangis.
*Lupa pelajaran apa :v
Dan tiba-tiba temenku kesurupan dan semua pada keluar kelas berlarian kelapangan. Semua murid cewek menangis.
Temenku yang kerasukan berlari-lari mengejar semua orang.
Dan tepat pada pukul 10.00 pagi temenku menuju arah sumur. Belum sampainya disumur dia mengaum dan berkata
Dan tepat pada pukul 10.00 pagi temenku menuju arah sumur. Belum sampainya disumur dia mengaum dan berkata
Sebut saja Arya dia langsung berkata
Arya : aku golekki bimo!! Cepet gorene wonge! Aku ra trimo!!( Aku mencari bimo!! Cepat bawa kesini orangnya!! Aku gak terima!)
Sontak semua kaget dan bertanya tanya.
Kenapa dengan bimo? Ada apa? Salah dia apa?
Sontak semua kaget dan bertanya tanya.
Kenapa dengan bimo? Ada apa? Salah dia apa?
Sebelum datangnya bimo.
Arya ini mengaum seperti harimau dan menantang seorang.
"polisi" untuk datang pada malam selasa kliwon. karena? "polisi" itu menantang si sosok harimau ini karena tidak mau keluar ditubuh arya.
Arya ini mengaum seperti harimau dan menantang seorang.
"polisi" untuk datang pada malam selasa kliwon. karena? "polisi" itu menantang si sosok harimau ini karena tidak mau keluar ditubuh arya.
Bimo datang bersama guru spiritualnya.
Iya benar dia mbah man. Yang udah aku ceritakan.
Sesampainya disana bimo langsung dipelototin oleh si arya ini dengan amarah yang membara.
Iya benar dia mbah man. Yang udah aku ceritakan.
Sesampainya disana bimo langsung dipelototin oleh si arya ini dengan amarah yang membara.
Disitu banyak warga,orang tua si arya, polisi dan tentu ayah saya juga ikut ada disana :v
Lalu dengan wajah ketakutan bimo mendekati arya ini.
Belum sempat bimo berbicara si arya ini sudah berucap
Belum sempat bimo berbicara si arya ini sudah berucap
Arya: aku ra trimo koe ganggu aku! Aku ra trimo koe jaluk nomer nang aku( aku gak terima kamu ganggu aku! Aku gak terima kamu minta nomer ke aku).
bimo hanya diam.
bimo hanya diam.
Dan mbah man coba mengeluarkan makhluk ini dan sebelum mbah man mau menarik makhluk ini dia berkata kepada mbah man
Arya : iyo mbah aku bakalan metu seko bocah iki nek bocah kae(bimo) jaluk ngapuro nang 4 nggon.
( iya mbah aku bakalan keluar dari anak ini kalo anak itu(bimo) meminta maaf ke 4 tempat)
Dan mbah man meng iyakan seakan sudah tau tempat itu semua dan mbah man tiba-tiba bilang ke bimo.
Mbah man : bariki bakalan udan deress .(habis ini bakalan hujan deras)
Bimo: iya mbah?
Bimo: iya mbah?
Padahal cuaca sangat cerah dihari itu. Gak ada mendung sama sekali
Dan benar hujan turun dengan lebatnyaaa.
Dan benar hujan turun dengan lebatnyaaa.
Sehabis sholat jum'at semua berkumpul lagi dan tiba saatnya bimo pergi ke 4 tempat yang sudah ditentukan.
Dia ditemani mbah man untuk ke tempat-tempat itu.
Tempatnya intinya di
Kuburan,sungai,sumur tua dan tau gak? Yang satunya dimana? Didepan rumahku persis. Sumpah gak boong
Dia ditemani mbah man untuk ke tempat-tempat itu.
Tempatnya intinya di
Kuburan,sungai,sumur tua dan tau gak? Yang satunya dimana? Didepan rumahku persis. Sumpah gak boong
Dulu emang didepan rumahku(rumah kakek) ada pohon beringin besarr yang sudah tua menjulang keatas..
Nampak horor ya? Tapi bener itu adanya dan akupun tau itu.
Dan pas aku duduk dikelas 1 SMP pohon itu ditebang dan anak-anak disekolahan kerasukan lagi.
Nampak horor ya? Tapi bener itu adanya dan akupun tau itu.
Dan pas aku duduk dikelas 1 SMP pohon itu ditebang dan anak-anak disekolahan kerasukan lagi.
Bimo beranjak menuju tempat tempat tersebut dan tiba dia di sungai dia disuruh mbah man ke sebuah batu.
Yaaa batu disungai itu ada sebuah batu yang disebut-sebut warga dengan watu nganten(batu penganten)
Dan dia disuruh kesana untuk minta maaf.
Yaaa batu disungai itu ada sebuah batu yang disebut-sebut warga dengan watu nganten(batu penganten)
Dan dia disuruh kesana untuk minta maaf.
Dan tibalah waktunya dipohon depan rumahku
Semua warga sudah berkumpul untuk melihatnya saja.
Akupun juga melihat .
Dan di saat bimo meminta maaf aku seperti melihat orang tua yang gak asing buatku.
Dan benar dia kakekku.
Ha kakekku?!!!!
Semua warga sudah berkumpul untuk melihatnya saja.
Akupun juga melihat .
Dan di saat bimo meminta maaf aku seperti melihat orang tua yang gak asing buatku.
Dan benar dia kakekku.
Ha kakekku?!!!!
Kakekku sudah tiada waktu aku masih kelas 1 SD
aku masih bertanya-tanya.
aku masih bertanya-tanya.
Dan aku bertanya ke mbah man waktu aku sudah besar dan ternyata mbah man mengetahuinya.
Dan.mbah man berkata
Mbah man : ora popo mbahmu meng nilik'i dan membantu(gapapa, kakekmu hanya melihat)
Dan semua sudah membaik dan semua sudah selesai.
Dan sampe sekarang bimo tidak merasa takut sama sekali.
Dan sampe sekarang bimo tidak merasa takut sama sekali.
Ini real dari sumbernya dan aku liat semua kejadian itu nyata
-SELESAI-
Terima kasih untuk semuanya , maaf kata2nya terlalu rumit ya ..
nb : maaf kalo tidak terlalu horror , tapi ini menarik buat saya ceritakan .
Komentar
Posting Komentar