Sebuah kisah nyata yang dialami seorang
pelaut yang singgah ke desa tak dikenal
Kisah ini berasal dari abang ipar saya sendiri mantan nahkoda kapal tongkang dari kota ke kota, sebut saja namanya andi
(nama tokoh, kota, dan desa saya samarkan ya, demi kebaikan bersama)
disini saya akan bercerita dari sudut pandang orang ketiga biar cerita lebih mudah dimengerti.
Tahun 1990 hiduplah sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah ibu dan anak.
andi ,, yang sebagai kepala keluarga bekerja sebagai nahkoda kapal tongkang yang membawa barang dari kota A ke kota B sementara , sang istri ngurus rumah tangga dan anak sebagaimana ibu pada umum nya.
Andi yang biasanya santai di sore hari di teras rumah ditemani dengan secangkir kopi dan rokok karna belum dapat panggilan untuk mengawal kapal. tiba-tiba .. kringg...kringg.... kringg kringg .. " telfon berbunyi .
leha ( nama istri andi ) yang sedari tadi sibuk merapikan baju lalu mendengar telfon berbunyi lantas langsung mengangkat nya .
"halo, selamat sore, siapa ya? "
Kapten kapal : " selamat sore buk.. bapak andi nya ada ?
" oh iya ada ,, tunggu sebentar ya "
" pak ini kapten kapal telfon nyari in bapak " ujar leha sedikit berteriak.
andi langsung kedalam dan meraih telfon .
" halo,, ada apa kep.?"
kapten kapal : " gini ndi , malam ini kapal w*han*12 mau berangkat bawa barang. Jadi malam ini kamu ke dermaga ya"
" iya iya kep.. siap-siap, ucap andi yang semangat.
Leha : ada apa pak . malam ini di suruh nyupi kapal ?"
andi : iya buk.. malam ini di suruh ke dermaga sama kapten"
leha : yaudah,, ibuk siapin perlengkapan bapak dulu.."
Jarak dermaga darii tempat andi memang cukup jauh...
setidaknya butuh waktu 2 jam menggunakan sepeda motor..
setidaknya butuh waktu 2 jam menggunakan sepeda motor..
Setelah sholat maghrib ,, Andi berangkat tak lupa berpamitan dengan istri dan anaknya . Diperjalanan andi seperti biasa melewati hutan pohon akasia karena jalan pintas dari tempat tinggal andi ke dermaga memang harus melewati hutan tersebut agar cepat sampai .
Singkat cerita ,
andipun sampai di dermaga lalu langsung bertemu kapten di kantor.
andipun sampai di dermaga lalu langsung bertemu kapten di kantor.
Andi : malam kep "
kapten: " malam ndi.. nanti kamu ngawal kapal barengan dengan yudi biar bisa gantian. itu saya sudah siapkan 20drum minyak dan kebutuhan lain nya "
( yudi juga bekerja sebagai nahkoda sama seperti andi)
Andi: "oke oke..siap kep.. andi tinggal dulu kep, mau ke kapal cek perlengkapan."
Kapten : "ya silahkan."
andi pun keluar dari ruangan dan langsung menuju kapal .
Sesampainya di kapal dibagian ruang kendali, ternyata yudi sudah dulu datang dan melihat-lihat , karna memang setiap kapal itu alat mengemudikannya beda-beda..
Andi : "kamu yudi ya?"
Yudi : "iyamas..salam kenal"
Andi : aku andi..aku yang akan menemani berlayar Malam ini
Merekapun saling berbagi cerita serta pengalaman tentang suka duka jadi nahkoda kapal.
waktu menunjukan jam 10:00 malam dan kapal pun berangkat dari kota j*m*i menuju kota s*rab*ya.
awalnya andi yang membawa kapal dari pelepasan di dermaga lalu berlayar seperti biasa , kapal yang menyorot tongkang ini memang lambat karna muatan yang di bawa banyak .
Tanpa terasa pagi pun datang di sambut dengan sunrise di samudra.
andi yang tidak tidur semalaman merasa ngantuk . yudi yang melihat itu lantas menawarkan untuk bergantian,, dan andipun ke bawah menuju ruangan awak kabin . untuk beristirahat. begitu nyenyak hingga andi terlelap . hingga petang.
awalnya andi yang membawa kapal dari pelepasan di dermaga lalu berlayar seperti biasa , kapal yang menyorot tongkang ini memang lambat karna muatan yang di bawa banyak .
Tanpa terasa pagi pun datang di sambut dengan sunrise di samudra.
andi yang tidak tidur semalaman merasa ngantuk . yudi yang melihat itu lantas menawarkan untuk bergantian,, dan andipun ke bawah menuju ruangan awak kabin . untuk beristirahat. begitu nyenyak hingga andi terlelap . hingga petang.
tanpa disangka kapal tiba-tiba mati ,, dan membuat seisi kapal panik karena mesin mengeluarkan asap yang begitu hitam..
lantas yudi sebisa mungkin menepikan kapal karna perjalanan belum sampai ke laut lepas..
andi yang masih nyenyak tertidur dibangunkan kru kapal yang panik. "pak bangun... itu mesin lagi ada masalah "
andi yang masih nyenyak tertidur dibangunkan kru kapal yang panik. "pak bangun... itu mesin lagi ada masalah "
Sontak andi langsung beranjak dari ranjang dan menuju keluar dan melihat kepulan asap menyelimuti langit .
Andi : "Kenapa bisa begini?"
kru kapal : "gak tau pak tiba-tiba mesin mati mendadak..
lalu lama kelamaan asap mulai keluar lalu pekat hitam seperti itu "
lalu lama kelamaan asap mulai keluar lalu pekat hitam seperti itu "
Yudi : "gimana ndi? apakah rusaknya cukup parah?"
andi : "belum tau yud.
Kelihatannya malam ini kita akan menginap disini dulu, nanti aku telfon kapten. jam pun menunjukan 17.00 , Andi yang berkeliling kapal melihat-lihat ketepian laut seperti melihat ada pelabuhan kecil. Lantas memanggil yudi .
Andi : " yud .. kaya nya ada perkampungan di sana itu,, yuk kita kesana sambil melihat-lihat kampung disini."
Yudi : "boleh tuh.. siapa tau ada yang bisa di jadikan simpanan" ,, celetuk yudi sambi tertawa .
Lalu mereka berdua pun menyuruh kru kapal untuk menurunkan perahu kecil yang biasa digunakan kru kapal untuk menurunkan perahu kecil yang bisa digunakan kru kapal untuk turun dari kapal .
Sebelum mereka pergi , andi menemui mualim untuk izin keluar dari kapal.
karena memang seorang nahkoda tidak boleh sembarangan meninggalkan kapal. sebab pada dasarnya nahkoda lah yang bertanggung jawab bagaimana lancar atau tidak nya pelayaran tersebut .
karena memang seorang nahkoda tidak boleh sembarangan meninggalkan kapal. sebab pada dasarnya nahkoda lah yang bertanggung jawab bagaimana lancar atau tidak nya pelayaran tersebut .
(mualim adalah sebutan untuk orang yang bertanggung jawab muatan yang dibawa )
Andi: "permisi pak. Menjelang masinis memperbaiki mesin. Saya dan yudi mau ke desa seberang yg ada di tepi laut itu dulu. Mohon izin sebentar ya pak."
Mualim: "iya.. Silahkan pak andi.. Namun hati-hati ya pak. Usahakan sebelum gelap pulang ke kapal.. Takutnya terjadi apa-apa"
Andi: "iya. Iya.. Siap pak"
Setelah itu mereka pun turun dari kapal namun baru saja mereka ingin menaiki perahu, ada ABK yang cukup lama sudah menjadi kru Di kapal tersebut menegur..
Setelah itu mereka pun turun dari kapal namun baru saja mereka ingin menaiki perahu, ada ABK yang cukup lama sudah menjadi kru Di kapal tersebut menegur..
ABK: "Pak hati-hati kalo ke desa orang. Apa lagi bapak sebagai pendatang. Jangan sampai bapak gak inget pulang"
Andi dan yudi hanya tertawa kecil seolah hal itu sudah biasa di lakukannya karna para pelaut memang indentik dengan punya banyak simpanan.
Singkat cerita setelah mengayuh cukup lama sampailah mereka di pelabuhan kecil tersebut . dan memang benar disana ada perkampungan.. Orang yang tinggal disana seperti nelayan pada umumnya .
yang laki-laki banyak yang tidak mengenakan baju , hanya memakai celana dan topi caping menutup kepala .
para-para wanitanya juga masih terkesan jadul hanya memakai kain panjang sebagai penutup tubuh, lalu sanggul kain berada di kepala..
Namun anehnya, andi dan yudi melihat wanita di desa ini wanita muda semua dan tidak ada yang tua .. mereka sibuk memandang sekitaran kampung tersebut. dan mencoba mencari warung makan ,, karna memang andi yang tadi habis bangun tidur belum sempat makan sedikit pun walau persediaan banyak di kapal.
yang laki-laki banyak yang tidak mengenakan baju , hanya memakai celana dan topi caping menutup kepala .
para-para wanitanya juga masih terkesan jadul hanya memakai kain panjang sebagai penutup tubuh, lalu sanggul kain berada di kepala..
Namun anehnya, andi dan yudi melihat wanita di desa ini wanita muda semua dan tidak ada yang tua .. mereka sibuk memandang sekitaran kampung tersebut. dan mencoba mencari warung makan ,, karna memang andi yang tadi habis bangun tidur belum sempat makan sedikit pun walau persediaan banyak di kapal.
Andi : "yud...Cari makan lah dulu..Laper ni , belum juga makan dari pagi ..
Yudi: "sama ni bang ndi. Dari gantiin abang tadi nggak sempat makan nasi. Cuma ngemil roti sambil nyupir"
Andi: " yaudah.. Itu kelihatannya ada warung.. Mampir situ aja"
Yudi: "oke.. Lanjutt."
Andi dan yudi tidak menaruh rasa curiga pada desa tersebut karna sedari tadi dia hanya melihat Wanita muda. Mereka tidak menemukan wanita tua di desa ini.
Yudi: "iya bang.. Jdi pengen bwa pulang satu.. Hihihi"
Andi: husttt!! Kamu mah.. Kalo aku jangan sampe lah pokok nya Kasian sama anak bini"
Yudi: "yahh tapi mau gimana lgi bang.. Pekerjaan kita kan resikonya jauh dari anak dan istri. Kalo abang mungkin bisa tahan sih.. Kalo aku ya susah bang, Namanya juga lelaki" .. yudi tertawa kecil dikuti andi tertawa juga.
Mereka baru berkenalan semalam namun seperti sudah saling akrab karna sebagai satu kapal memang harus dituntut untuk saling akrab sebagai satu tim.
hingga sampai di warung, mereka pun memesan nasi lalu makan. dibalik etalase, ibu penjual terus memandangi mereka. Yudi yang merasa risih menyenggol andi . lalu si ibuk mendekat dan bertanya.
ibuk : "mas-mas ini pendatang ya ?'
Andi : "iya buk,, kapal kami sedang di perbaiki, jadi kami mampir kesini untuk cari makan. "
ibuk : "oh begitu.. saya peringatkan lebih baik mas kembali kekapal sebelum gelap"
andi : 'memangnya kenapa buk?" Lalu sih ibuk itu hanya diam dan kembali bekerja seperti biasa . Lantas andi dan yudi merasa aneh dengan sikap ibuk tersebut.
Jam menunjukan 17:50 hampir maghrib . orang-orang yang tadi kelihatan sepi tiba-tiba ramai seperti pasar , Mereka keluar rumah.. Semuanya keluar seperti ada pasar dadakan.
Lalu andi membayar makanan yg telah mereka makan kepada ibuk tersebut. Si ibuk menerima uang dan mengembalikan uang dengan sangat tergesa-gesa," Dan lalu ketika andi dan yudi keluar dari warung si ibuk menutup Warungnya,, Sementara di luar orang-orang sangat ramai yg berjulalan.
Yudi: " lah si ibuk itu.. Orang lagi rame-ramenya malah tutup. Anehkan"
Andi: "iya yud.. Ayo kita kembali ke kapal.. Udah mulai gelap ni"Jam menunjukan 17:50 hampir maghrib . orang-orang yang tadi kelihatan sepi tiba-tiba ramai seperti pasar , Mereka keluar rumah.. Semuanya keluar seperti ada pasar dadakan.
Lalu andi membayar makanan yg telah mereka makan kepada ibuk tersebut. Si ibuk menerima uang dan mengembalikan uang dengan sangat tergesa-gesa," Dan lalu ketika andi dan yudi keluar dari warung si ibuk menutup Warungnya,, Sementara di luar orang-orang sangat ramai yg berjulalan.
Ketika mereka berjalan menuju pelabuhan. Wanita-wanita di desa tersebut Menatap mereka dengan tatapan genit,,
Sesekali yudi Memainkan matanya. Karna yudi bisa di bilang cukup liar soal wanita. Berbeda dengan andi.
Andi menanggapinya biasa saja karna andi selalu teringat anak istri dirumah.
Baru saja mereka mau sampai ke pelabuhan, Tiba-tiba,, Ada wanita menghampiri mereka sangat cantik sekali.Sesekali yudi Memainkan matanya. Karna yudi bisa di bilang cukup liar soal wanita. Berbeda dengan andi.
Andi menanggapinya biasa saja karna andi selalu teringat anak istri dirumah.
Mecegah mereka untuk menaiki perahu. Wanita: " mas-mas ini. Dari kapal yang besar itu ya" menunjuk kapal yang seberang.
Baru andi ingin menjawab , Langsung di potong yudi
Yudi: "iya mbak.. Memang kenapa ? Mbak mau ikut.. Hihi"
Wanita itu tersenyum.. Lantas membuat andi dan yudi terpukau.
Wanita: "hehe gak kok mas cuman nanya.. Kenapa gak besok pagi aja pulang ke kapal.? Hari udah mulai gelap kan bisa menginap disini dulu. Nanti saya kenalkan dengan adik adik saya deh" si wanita berujar .
Yudi yang sedari tadi telah terpikat.. Lantas memohon kepada andi untuk ke kapal besok pagi saja..
Andi pun luluh dan menelpon mualim bahwa dia dan yudi akan menginap di desa untuk malam ini. Karena kebetulan mesin kapal belum selesai di perbaiki. Yudi yang sengat senang langsung berjalan mengikuti wanita tersebut diiringi andi di sampingnya.
Tanpa mereka sadari disini lah awal mula kluarga mereka nanti perlahan akan hancur.
Andi pun luluh dan menelpon mualim bahwa dia dan yudi akan menginap di desa untuk malam ini. Karena kebetulan mesin kapal belum selesai di perbaiki. Yudi yang sengat senang langsung berjalan mengikuti wanita tersebut diiringi andi di sampingnya.
Tanpa mereka sadari disini lah awal mula kluarga mereka nanti perlahan akan hancur.
Mereka pun berjalan kerumah wanita tersebut. Di sepanjang jalan orang-orang sangat ramai seperti pasar pada umumnya namun aneh nya penduduk tersebut sangat dingin dengan tatapannya yang kosong.
andi dan yudi tidak menyadari itu, terutama yudi matanya hanya tertuju pada wanita yg berjalan Di hadapannya tersebut.
andi dan yudi tidak menyadari itu, terutama yudi matanya hanya tertuju pada wanita yg berjalan Di hadapannya tersebut.
Andi: " magrib-magrib gini kok rame orang malah rame di luar ya, apa mereka gak sholat? "
Yudi: yaa. Mungkin pasarnya seminggu sekali bang.. Jadi sayang jika di lewatkan."
Andi: yaa.. Bisa jadi sih."
lalu Yudi jalan mendahului andi dan beriringan dengan si wanita.
Yudi : " mbak namanya siapa ya?"
wanita nama saya lasrtri mas"
yudi : ooo lastri... Namanya cantik ya sama kaya orangnya"
Andi dari belakang mendengar.. lalu bergumam dalam hati
" teross gomball aja terooss "
Wanita: ahh.. Mas bisa aja" sambil tersenyum manis ...
Lastri: lalu nama mas siapa?"
Yudi: nama mas. Yudi. Dan itu temen mas namanya andi"
Lastri: ooo gitu.."
Lama mereka berjalan dan sudah habis melewati pasar tersebut akhirnya sampai ke rumah lastri.
Entah kenapa adik-adik lastri tersebut seolah tau kedatangan mereka lantas Sudah menunggu di depan rumah .
Lastri: ini adik ku mas. Ayu dan rini. Heh dek salim ni sama mas nya"
Dan mereka pun saling bersalaman satu sama lain.
Andi dan yudi di persilahkan masuk dan duduk di ruang tamu.
Rumah nya seperti rumah gubuk hanya terdiri dapur, Kamar, dan ruang tamu.
Ruang tamunya hanyalah beralaskan tikar serta makanan ringan di dalam toples di tengah tengah tikar.
Andi: ambil air wudhu dimana ya?"
Ayu: di belakang mas. Mari saya antar" Andi yang menganggap biasa-biasa saja mengikuti dari belakang dan sampai di sumur tepat dibelakang rumah.
Ayu : "disini mas sumurnya nanti airnya masukan saja kedalam kendi itu " ..
andi hanya diam lalu menimba air dan menyalinnya dalam kendi . ketika mulai berwudhu,, tanpa dia sadari ayu menunggu dan selalu memperhatikan dia. selesai berwudhu andi pun memulai sholatnya , berbeda dengan yudi . Dia sedari tadi hanya rebahan sambil memakan camilan di hadapannya.
Usai sholat andi dan yudi pun berbincang-bincang dengan tiga gadis tersebut ,,sampai pada pembicaraan , andi tiba-tiba bertanya"
Usai sholat andi dan yudi pun berbincang-bincang dengan tiga gadis tersebut ,,sampai pada pembicaraan , andi tiba-tiba bertanya"
Andi: ibu dan bapak kamu kemana las.? Kok dari tadi gak keliatan
Lastri: bapak udah meninggal dari rini kecil.
Sementara ibuk, Meninggal saat terjadi perompakan yang di lakukan para pelaut untuk mencari rempah di kampung kami ,Sekitar 15 tahun yang lalu , Karna kejadian itu.. Hanya aku dan adik adik yang selamat Karna kami berlari menuju hutan.
Dan Para perompak itu tidak berhasil menemukan kami.
Setelah 2 hari kami hutan ,kami memutuskan untuk kembali ke desa..
Namun desa telah hancur, Orang-orang sudah tidak ada. Para lelaki banyak yang di bunuh , sementara para wanita banyak jadi tawanan para perompak tersebut."
Sementara ibuk, Meninggal saat terjadi perompakan yang di lakukan para pelaut untuk mencari rempah di kampung kami ,Sekitar 15 tahun yang lalu , Karna kejadian itu.. Hanya aku dan adik adik yang selamat Karna kami berlari menuju hutan.
Dan Para perompak itu tidak berhasil menemukan kami.
Setelah 2 hari kami hutan ,kami memutuskan untuk kembali ke desa..
Namun desa telah hancur, Orang-orang sudah tidak ada. Para lelaki banyak yang di bunuh , sementara para wanita banyak jadi tawanan para perompak tersebut."
Terisak air mata lastri menceritakan kisah tersebut. Ayu dan rini menangis mengingat kisah pilu itu, andi dan yudi hanya bisa kasian dengan apa yang di alami tiga gadis tersebut.
Tanpa disadari,, lamanya bercerita jam sudah mununjukan pukul 11 malam mereka pun ingin tidur. Andi yang sedari tadi menyadari bahwa ayu memperhatikan dia lantas memandang ayu , lalu ayu tersipu malu. Entah apa yang merasuki nya andi pun luluh jika melihat senyum malu malu dari gadis itu. Sebelum tidur lastri mengatakan sesuatu ..
Lastri: mas besok kalo mau pulang. Pulang aja Kami biasa sebelum pagi sudah melakukan rutinitas kami, jadi jika mas bangun kami udah gak ada di rumah Di tinggal aja gak apa-apa. Sampai bertemu di lain waktu"
ayu tersenyum lalu bersalaman dengan mereka berdua. Diikuti ayu dan rini. Namun ketika andi menyalami ayu. Seperti Ada hawa dingin namun terasa begitu tenang. Serta andi sangat merasa nyaman ketika memegang tangan ayu.
Dan akhirnya mereka pun tertidur sampai pagi.Jam 6 pagi andi terbangun karena suara handphonenya tiba-tiba berbunyi. ternyata mualim menelfon mengatakan bahwa mesin Telah selesai di perbaiki oleh masinis.
lalu andi dan yudi beranjak dari tempat mereka tidur , dan yudi ingin membasuh muka terlebih dahulu..
dia kebelakang dan benar saja , para wanita itu sudah tidak ada dirumah. di karenakan mereka menjalakan rutinitas sebelum pagi.
Yudi mengambil air di dalam kendi yang andi timba sewaktu malam.
baru saja ingin membasuh muka dengan airn yang di dalam kendi tersebut ,,tiba-tiba bau busuk tercium di hidungnya.
Yudi: kok bau ya.? Udah berapa bulan gak di ganti air di kendi ini?"
baru saja ingin membasuh muka dengan airn yang di dalam kendi tersebut ,,tiba-tiba bau busuk tercium di hidungnya.
Yudi: kok bau ya.? Udah berapa bulan gak di ganti air di kendi ini?"
Andi yang sudah siap-siap di luar Rumah lantas berteriak dan memanggil yudi.
Andi: yudi.. Cepetan kamu ngapain di belakang.. Kru awak kapal nungguin kita"
Yudi: iya bang bentar." Tanpa memikirkan air yang di kendi itu yudi pun langsung berlari keluar rumah dan menemui andi lalu merapatkan pintu rumah tanpa Di kunci.
Karna pesan lastri kalo udah pergi pintu dirapatkan aja gak perlu di kunci.
Di perjalanan andi berjalan menuju pelabuhan warga memerhatikan mereka berdua seperti ada hal yang aneh..
Tepat berada di depan warung tempat yang kemarin mereka makan, Ada ibuk warung lalu Ibuk tersebut menegur mereka.
Yudi: iya bang bentar." Tanpa memikirkan air yang di kendi itu yudi pun langsung berlari keluar rumah dan menemui andi lalu merapatkan pintu rumah tanpa Di kunci.
Karna pesan lastri kalo udah pergi pintu dirapatkan aja gak perlu di kunci.
Di perjalanan andi berjalan menuju pelabuhan warga memerhatikan mereka berdua seperti ada hal yang aneh..
Tepat berada di depan warung tempat yang kemarin mereka makan, Ada ibuk warung lalu Ibuk tersebut menegur mereka.
Ibuk: kalian Yang kemarin kan ?.. Kenapa belum pulang ke kapal?"
Andi: ohh jadi gini buk.. Pas kami mau ke perahu ada gadis cantik menawarkan menginap di rumahnya , tepat di penghujung pasar ini (sambil menunjuk rumah lastri) lalu saya dan teman saya ini Menginap di rumah mereka ,, Karna memang waktu itu sudah magrib , tanggung jika harus pulang ke kapal"
Sontak ibuk itu keheranan dengan cerita mereka berdua..
Ibuk: haa.. Di ujung pasar.?? Ujung pasar ini hanya hut...
Belum sempat ibuk tersebut menuntaskan perkataan..
Mualim kapal kembali Menelpon andi untuk segera kekapal.. Karna kapten menelpon mualim kapal untuk segera brangkat mengingat waktu tempuh mereka yang jauh serta waktu yang mepet.
Mualim kapal kembali Menelpon andi untuk segera kekapal.. Karna kapten menelpon mualim kapal untuk segera brangkat mengingat waktu tempuh mereka yang jauh serta waktu yang mepet.
Andi: udah ya buk.. Kami pergi dulu."
Ketika mereka sudah cukup jauh ibuk tadi berucap.
Ibuk: aku sudah mengingatkan Kalian.. Jangan sampai ada lagi yang terpedaya oleh penghuni kampung ini"
Ibuk: aku sudah mengingatkan Kalian.. Jangan sampai ada lagi yang terpedaya oleh penghuni kampung ini"
Andi dan yudi begegas menuju perahu dan mengayuh secara serentak.
Hingga sampai di kapal para kru kapal serta ABK sudah menunggu kedatangan mereka. sesampai nya di kapal seorang ABK nyeletup dengan suara Agak sedikit mengejek..
ABK: Wihhh abis mantap mantap nihh sampe sampe gak malam gak inget pulang ke kapal"
Diiringi tawa dari para ABK lain
Andi : wushhh ngawur kamu.. Kami kesana cuman cari makan..
ABK : ahh bang andi alesan aja nih.. Padahal chief kapal masakannya kan enak"
Yudi : iya nih bang andi.. Mentang mentang dapat kenalan yang baru disana tadi.. Aku nya jadi gak kebagian."
Andi : ahh kamu yud.. Malah memojokan aku.. Kan kamu yang memohon buat nginap di rumahnya. Malah aku yang jadi sasaran."
Mereka pun tertawa bersama tanpa adanya perbedaan , Anak buah maupun nahkoda.. Mereka dekat bagaikan saudara.
Lalu andi dan yudi mulai naik ke atas di ruang kendali, Dan mulai perjalanan.. Mesin di hidupkan dan mereka kembali berlayar.
Yudi yang lebih dulu membawa kapal karna memang yudi jika malam tidak tahan matanya untuk begadang,, Ketika di perjalanan..
Andi sedari tadi hanya melamun entah apa yang di pikirkan nya. Yudi yang menyadari itu lantas menegurnyaYudi: woii bang.. Ngapain ngelamun.. Laper..? Kebawah aja bang minta bikinin mie sama chef. Sekalian aku nitip kopi" Andi: gak lah yud ,, Abang cuman kepikiran sama ayu.
Kok senyumnya begitu lekat ya di pikiran." Yudi: abang jatuh cinta lagi ini.. Pasti ini mah.. Andi: gak lah yud.. Jangan sampai kasian istri abang di rumah..
Lagian juga dia ngizinin abang masih kerja begini karna dia percaya . Sebab dia tau.. Jika menjadi pelaut tidak ada kemungkin tidak memiliki simpanan. "
Yudi hanya mengangguk seolah mengerti..
Yudi : yaudah kalo gitu bang. Tolong jagain ni bentar.. Aku mau kebawah buat kopi,, Abang mau sekalian?"
Andi : boleh tuh yud.. Kopi abang agak kental ya.. Gula nya dikit aja"
Yudi : ayayyy kapten."
Andi : hustt udah kaya perompak aja kmu kalo ngomong gitu." Yudi hanya tertawa sambil turun kebawah.
Selesai membuat kopi yudi kembali keatas dengan dua cangkir kopi.
Yudi : nihh bang Kopimu.. Sini biar aku lagi yang kendalikan kapal.
Andi : makasih yud.. Yaudah abang diluar aja sambil cari angin."
Tiba - tiba handphone andi berbunyi. Di lihatnya ternyata leha istrinya yang menelpon, andi pun segera mengangkat telpon.
Andi: haloo. Assalamuallaikum buk."
Leha: waalaikumsallam pak.. Bapak lagi di daerah mana.? Udah sampe belum?"
Andi: belum buk.. Bapak masih di deerah B*t*m ini mau keluar menuju laut lepas ke arah tujuan"
Leha: ohh gitu ya pak. bapak gak kenapa-kenapa kan?"
Andi: bapak nggak apa-apa buk,, Bapak sehat-sehat aja.. Semalam mesin kapal rusak , jadi agak lambat aja sampainya. Emang ada apa buk?"
Radio: kepada kapal w*han*12 untuk segera putar kekiri sedikit karna akan terjadi benturan."
Leha: yaa gak ada apa-apa sih pak.. Ibuk hanya khawatir sama bapak takut bapak terjadi apa-apa.?"
Andi: ibuk doakan aja bapak selamat sampai tujuan ,, Bapak pasti baik-baik aja kok."
Andi meyakinkan leha bahwa tidak terjadi apa apa. Namun bagaimana pun seorang istri punya firasat Yang kuat bahwa suaminya tidak dalam keadaan baik baik saja, lebih tepatnya bahwa akan ada hal besar yang menanti keluarga mereka.
Leha: hehe ibuk pasti selalu doakan bapak kok.. Yaudah ya pak ibuk tutup dulu. Assalamuallaikum."
Andi: waalaikum salam.."
"gimana ini.. Apakah aku akan menghianati istriku.. Atau mungkin dia aku madu saja?!.. Entah kenapa hasrat ingin memiliki ayu begitu kuat.. Tapi di satu sisi aku telah memiliki leha dan kiki (anaknya andi).. Apakah aku akan mengingkari janji??.. Kuharap tidak." gumam andi di dalam hati ..
Andi selalu terpikir soal itu dan tanpa ia sadari senja pun datang. Andi beranjak dari tempat nya duduk lalu menuju kedalam ruang kendali..
Yudi: bang andi kebawah aja dulu mandi, sholat. Nanti abis isya baru gantian" Andi: gak apa-apa nih di tinggal sendirian?"
Yudi: bang andi kebawah aja dulu mandi, sholat. Nanti abis isya baru gantian" Andi: gak apa-apa nih di tinggal sendirian?"
Yudi: gak papa kok bang"
Andi: yaudah kalo gitu abang kebawah dulu."
Tepat jam 8 malam sehabis sholat isya. Andi naik lagi ke atas di ruang kendali.
Andi: yaudah yud.. Gantian.. Kamu istrihat lagi."
Yudi:" ahhhh akhirnyaa." ,, sambil meregangkan otot tangan
Malam itu andi hanya sendiri langit pun gelap tanpa ada bintang satu pun. Awan hitam mulai menyelimuti langit.
Andi: nampaknya mau hujan"
Andi pun menutup pintu ruangan serta jendela jendela agar angin tidak masuk.
Tiba tiba andi mendengar seperti ada yang memanggil.
Andi: suara siapa ya.. Terdengar samar tapi begitu sayu.."
Semakin andi mendengarkan suara tersebut andi semakin terhanyut ..
Lama suara itu memanggil.
Tiba tiba radio dari kapal tersebut berbunyi ,,Radio yang biasa di gunakan nahkoda kapal untuk saling berkomunikasi dengan kapal yang lainnya. Sontak membuat suara itu hilang dan andi langsung mengambil mic radio tersebut.
Sontak andi langsung membanting stir kapal kekiri agar tidak terjadi benturan terhadap kapal..
Andi: huhh hampir sajaa.. Dalam keadaan berkeringat andi sangat ketakutan.. Dia pun beristigfar agar tidak di ganggu dengan hal-hal semacam itu lagi.
Andi: huhh hampir sajaa.. Dalam keadaan berkeringat andi sangat ketakutan.. Dia pun beristigfar agar tidak di ganggu dengan hal-hal semacam itu lagi.
Tak lama mualim masuk ke ruang kendali dengan membawakan andi kopi. Mualim menyangka andi mengantuk karna hampir aja berbenturan dengan kapal lain nya.
Mualim: nihh ngopi dulu ndi.. Pasti kmu ngantuk."
Andi: hehe enggak kok pak.."
mereka pun berbincang tentang awak bagaimana bisa jadi seorang pelaut. tidak terasa pagipun tiba .
Karna perjalanan laut dari kota J ke kota S butuh paling tidak 5 sampe 7 hari. Andi dan yudi menjalani hari sebagaimana biasanya di kapal. Hingga sampailah di kota tujuan. Lalu mereka beistirahat dan besok baru berangkat lagi ke Dermaga awal. Sambil menunggu muatan di bongkar andi dan yudi pun beristirahat. Karna perjalan 7 hari tanpa henti tentunya pasti melelahkan.
Singkat cerita muatan pun selesai di bongkar lalu keesokan harinya kapal pun berangkat ke dermaga awal.
5 hari berlalu di kapal tanpa anda gangguan apapun serta musibah apapun. namun ketika itu tepat tengah malam andi melihat sepasang mata merah menyala tepat di tepian laut , Andi menerawang menggunakan teropong. Mata merah itu berada tepat di bawah pelabuhan kecil. Pelabuhan tersebut terbuat dari kayu yang sengaja dibuat tinggi.
Sesekali andi mengingat, seolah dia ingat dengan pelabuhan tersebut. Namun karna jarak padang yang kurang di karenakan Gelap , andi begitu sulit mengenalinya. Mata merah tersebut masih berada dibawah pelabuhan itu. Lama andi memperhatikan namun tiba-tiba mata merah itu masuk ke air seperti lalu hilang.
Sesekali andi mengingat, seolah dia ingat dengan pelabuhan tersebut. Namun karna jarak padang yang kurang di karenakan Gelap , andi begitu sulit mengenalinya. Mata merah tersebut masih berada dibawah pelabuhan itu. Lama andi memperhatikan namun tiba-tiba mata merah itu masuk ke air seperti lalu hilang.
"barang kali buaya mungkin" gumam andi sendirian.
hingga tak terasa langit pun berganti Warna menjadi abu-abu kebiruan ,, Menandakan bahwa subuh telah tiba.
Lalu dari luar ruang kendali terdengar suara ketokan pintu, ternyata yudi yang bangun lebih awal.Andi : tumben cepet bangun. Mimpi lastri ya" sambil tertawa kecil. Yudi: sembarangan kamu bang.. Eh iya kita udah Ngelewati kampung mereka gak sih bang"? Andi: gak tau yud.. Kampung disini kan banyak, jadi gak tau kampung mereka itu yang mana." Yudi hanya mengangguk berkali kali.. Andi tidak menceritakan kepada yudi jika malam tadi dia melihat sepasang mata tersebut di bawah Pelabuhan kecil itu.
Benar saja kampung yang mereka singgahi kemarin telah terlewati hingga sampai ke dermaga mereka tidak menemukan pelabuhan yang mirip dengan yang di kampung mereka singgahi kemarin.
Sesampai di dermaga pukul 9 malam .
andi memutuskan untuk beristirahat dulu Di ruang awak kabin kapal...
Pagi harinya andi pulang kerumah seperti biasa melewati hutan akasia karna jalanan disana masih tanah liat jadi ketika hujan tidak turun debu yang tercipta begitu tebal. 2 jam perjalanan andi pun sampai di rumah terasa begitu lelah.
Pagi harinya andi pulang kerumah seperti biasa melewati hutan akasia karna jalanan disana masih tanah liat jadi ketika hujan tidak turun debu yang tercipta begitu tebal. 2 jam perjalanan andi pun sampai di rumah terasa begitu lelah.
Leha yang melihat Andi tubuhnya penuh dengan debu lantas langsung membukakan jaket yang andi kenakan dan langsung merendamnya di baskom.
Leha: bapak udah sarapan? Atau ibuk bikinin kopi dulu?"
Andi: bukk.. Dimana mana sarapan dlu baru ngopi.. Ibuk nyuruh asam lambung bapak naik? Bapak blm ada makan Apa-apa dari dermaga tadi."
Leha: iya iyaa , bentar ibuk ambilin dulu."
Leha yang di bentak andi begitu terima-terima saja. Leha mengerti mungkin suaminya sedang lelah dan perutnya terasa lapar. Jadi wajar-wajar saja andi bisa marah dengan tiba-tiba .
Tak lama leha datang dari dapur membawa kue dan roti serta secangkir kopi.
Tak lama leha datang dari dapur membawa kue dan roti serta secangkir kopi.
Leha: ini pak di makan dulu kue dan rotinya. Hari masih pagi jadi ibuk belum sempet masak."
Karna memang masih jam 9 pagi jadi terlalu cepat jika harus memasak takut masakannya dingin ketika makan siang.
Andi: kamu gitu yaa.. Aku kerja capek-capek, Kamu dirumah malas malasan."
Leha: ha? enggak pak bukan gitu. Kan biasanya juga leha kalo jam segini belum masak."
Andi: kamu ini di bilangin malah ngelawan sama suami."
Leha yang di bentak suaminya hanya diam. Karna tak ingin Memperpanjang masalah leha pun kedapur dengan jalan tertunduk.
Leha yang di bentak suaminya hanya diam. Karna tak ingin Memperpanjang masalah leha pun kedapur dengan jalan tertunduk.
Tak lama setelah itu kiki pun pulang sekolah, kiki yang berumur 7 tahun ini sudah duduk di bangku sekolah dasar kelas 3. Karna memang umur 5 tahun dulu sudah bisa masuk sekolah asalkan bisa tulis baca.
Kiki: " kiki pulangg... Ehh bapak udah pulang." menghampiri andi langsung mencium tangannya.
Andi:" gimana sekolahnya, lancar?"
Kiki:" lancar kok pak. ohh iya tadi kiki ulangan matematika pak dapet nilai..." kiki memasang wajah cemberut menunjukan jika nilainya rendah.
Andi yang sedari tadi melihat lihat tas kiki dan membuka buku satu persatu tidak begitu mendengar apa yang di katakan kiki lantas ketika andi melihat kertas ulangan kiki yang dapat nilai rendah langsung memandang kiki dengan tajam.
Andi yang sedari tadi melihat lihat tas kiki dan membuka buku satu persatu tidak begitu mendengar apa yang di katakan kiki lantas ketika andi melihat kertas ulangan kiki yang dapat nilai rendah langsung memandang kiki dengan tajam.
Andi: ini apa.? Kok nilainya 6. Kiki gak belajar?
Gimana mau seperti bapak kalo nilai kiki aja seperti ini." Kiki: iya maaf pak. Ulangannya dadakan jadi kiki gak sempet belajar." Andi: gimana mau pintar kalo belajar hanya pas ada ulangan dan ujian kiki.. Masuk ke kamar sore ini , Kamu gak boleh pergi main."
Gimana mau seperti bapak kalo nilai kiki aja seperti ini." Kiki: iya maaf pak. Ulangannya dadakan jadi kiki gak sempet belajar." Andi: gimana mau pintar kalo belajar hanya pas ada ulangan dan ujian kiki.. Masuk ke kamar sore ini , Kamu gak boleh pergi main."
Kiki pun melangkah ke kamar dengan lesu. Yang dia tau bapaknya adalah orang yang paling baik padanya, Tapi entah kenapa hari ini begitu menyeramkan.
Kiki pun menganti pakaian sekolahnya. dan kedapur mencari ibunya..
Kiki pun menganti pakaian sekolahnya. dan kedapur mencari ibunya..
Kiki: ibukk.. " dengan wajah cemberut..
Leha: kenapa nak.? Dimarahin bapak ya."
Kiki hanya mengangguk lalu bersender di bahu ibunya.
Karna kiki terlahir di kalangan cukup mapan, Kiki ini sedikit manja kepada orang tuanya karna itu ketika kena marah maka sikapnya yang biasa riang Akan menjadi lemah dan tak bersemangat seperti itu.
Hari berganti hari. Sikap andi kepada anak istrinya masih saja suka marah marah, Tidak seperti yang dulu yang baik, ramah, jangankan untuk marah ketika leha capek karna habis mencuci pakaian andi tidak sungkan untuk masak Agar beban istri berkurang, Namun semua itu tidak lagi di rasa leha.
Puncak nya ketika leha pergi pengajian dari habis magrib sampai jam 9 malam karna pengajian ini langsung mendengarkan tausiyah penceramah.
Ketika leha pulang dan membuka pintu
Leha: assallamulaikum."
Andi: dari mana aja kamu." ketika itu wajah andi berubah merah padam seperti ada amarah yang akan di luapkan.
Leha: pergi dari.."
Belum sempat. Menuntaskan perkataan tangan andi melayang tepat di pipi leha.
Leha menangis merintih menahan sakit sambil memegang pipinya.
Andi: ngeluyur.. Ngeluyur aja teruss.. Pergi ngeluyur gak bilang bilang"
Leha yang menangis pelan pun menjawab
Leha: eng.. Enggak pak.. Ibuk gak ngeluyur.. Kan bapak tau. Kalo tiap malam jumat ibuk pergi pengajian."
Andi: masih yaa.. Masih aja ngelawan. Mau kena lagi."
Sambil Mengangkat tangan seolah ingin menampar.
Leha pun berlari kekamar mencari kiki, lalu membangunkannya yang sudah tertidur.
Leha: nak.. Bangun nak.. Bangun..."
Kiki: ada apa buk?"
Leha: malam ini kita tidur dirumah kakek. Ayokk cepet"
Kiki hanya bangun mengucek mata yang setengah Sadar. Sambil berjalan agak terburu buru, leha dan kiki melewati andi
Leha: malam ini aku mau tidur rumah bapak.. Akan aku adukan semuanya ke bapak"
Tidak ada lagi kata yang sopan kluar dari mulut leha kepada suaminya sikap menghargai leha kepada sang suami sirna sementara.
Andi hanya diam melihat leha pergi meninggalkanya di rumah. Entah kenapa di satu sisi dia merasa menyesal namun disisi yang lain dia merasa kalo dia merasa benar.
Satu jam setalah itu ada ketokan pintu dari luar.. "tok tok tok"
"kok malam malam gini bertamu. Siapa ya" Gumam andi dalam hati.
Andi: lahh ayuu gimana kamu bisa tau rumahku."
Ayu: aku mencari mas kemana mana. Aku tungguin mas tapi mas tak kunjung datang ke desa." ayu menangis kecil bagai seorang wanita yang di tinggal pas lagi sayang sayangnya.
Andi: yaudah-yaudah masuk dulu. Kamu pasti kedinginan"
Setengah jam sebelum itu.
Orang tua leha tinggal tidak jauh dari rumah leha rumah mereka hanya berjarak 2 kilometer. Ali (ayah leha) dan zaitun (ibu leha) tinggal hanya berdua. Karena anak anak mereka semua sudah bekeluarga.
Ali : kok prasaanku ndak enak yo buk"
Orang tua leha tinggal tidak jauh dari rumah leha rumah mereka hanya berjarak 2 kilometer. Ali (ayah leha) dan zaitun (ibu leha) tinggal hanya berdua. Karena anak anak mereka semua sudah bekeluarga.
Ali : kok prasaanku ndak enak yo buk"
Zaitun: ada apa to pak.?"
Ali: yo ndak tau buk tiba-tiba aja ngerasa ada yang salah"
dan Benar saja tiba-tiba pintu rumah berbunyi.
"tok tok tok.. tok tok tok.. Pakk.. Pakkk"
Ali : buk itu ada orang di luar. Liatin siapa." ( Zaitun membuka pintu )
betapa terkejutnya zaitun melihat leha Dalam keadaan menangis.
Zaitun : lahh kamu kenapa to nduk,? Malam malam gini nangis bawa kiki kerumah" Leha hanya terus menangis
Ali : buk itu ada orang di luar. Liatin siapa." ( Zaitun membuka pintu )
betapa terkejutnya zaitun melihat leha Dalam keadaan menangis.
Zaitun : lahh kamu kenapa to nduk,? Malam malam gini nangis bawa kiki kerumah" Leha hanya terus menangis
Ali : suruh masuk dulu buk kasian kiki kedinginan."
Leha pun masuk lalu di ambilkan minum sama zaitun.
"kurang ajarr!!.. Hampirr.. Hampirr sedikit lagi aku mendapatkannya
Ali : coba cerita nak ada masalah apa?"
Leha : andi pak.. Andi.." leha sambil menangis.
"semenjak dari pulang berlayar kemarin sikapnya berubah,
tidak seperti andi yang biasanya pak." Ali : apa mungkin..? kamu sama ibuk tunggu dirumah sebentar . Bapak mau kerumah pakde mu"
tidak seperti andi yang biasanya pak." Ali : apa mungkin..? kamu sama ibuk tunggu dirumah sebentar . Bapak mau kerumah pakde mu"
Zaitun : ngapain pak kerumah janggut. Bukannya udah malam?"
Pak janggut ini adalah abang ali paling tua . Beliau termasuk orang pintar yang ngerti soal hal-hal gaib karna semasa remaja beliau merantau dari tanah jawa sampai tanah kalimantan hingga saat pulang ke kampung halaman membuka Padepokan silat.
Ali : ada hal penting buk. Kalo gak cepat di selesaikan bahaya.. Kasian leha."
Ali : ada hal penting buk. Kalo gak cepat di selesaikan bahaya.. Kasian leha."
Ali pun pergi bergegas kerumah janggut.
Bahkan sebelum ali datang , janggut sudah menunggu di teras rumahnya .. seolah dia tau.
Bahkan sebelum ali datang , janggut sudah menunggu di teras rumahnya .. seolah dia tau.
Ali : janggut,, Untung kamu ada disini. Kita kerumah.. Aku merasa kalo andi sedang kena pelet dengan wanita di tepian laut itu.
Katanya beberapa hari setelah andi berlayar sikap nya berubah.." Janggut : tunggu sebentar ada yang ingin ku ambil."
Katanya beberapa hari setelah andi berlayar sikap nya berubah.." Janggut : tunggu sebentar ada yang ingin ku ambil."
Janggut pun kedalam mengambil seperti badik Beserta sarung badiknya yang di tutupi kain putih, Lalu keluar rumah lagi.
Janggut: ayoo kita kesana.
Mereka pun bergegas pulang kerumah menjemput zaitun dan juga leha lalu menju rumah leha..
saat Di jalan ..
saat Di jalan ..
Janggut : keparatt.. Wanita itu melepas sukmanya untuk mempengaruhi andi.
Kita harus cepat" Sesampainya di rumah leha.
Andi dengan tatapan kosong berjalan ingin meninggalkan rumah namun langsung di tahan ali dan janggut , lantas janggut membacakan doa-doa, dan menepuk punggung andi, Lalu memuntahkan darah. Andi terjatuh lemas lalu diangkat dan dibawa diKamar.
Tiba-tiba janggut keluar rumah lalu seperti bertarung dengan sesuatu. warga yang mendengar langsung keluar rumah dan melihat apa yang terjadi. Tiba-tiba salah seorang warga kesurupan lalu mengucap sumpah serapah."kurang ajarr!!.. Hampirr.. Hampirr sedikit lagi aku mendapatkannya
Terkutukk kau.. Pak tuaaa.. Terkutukkk.."
Janggut membacakan ayat-ayat suci dan meniupnya di tangan lalu menepuk kening warga tersebut dan warga tersebut pun tersadar.
Ketika itu janggut kembali kedalam rumah lalu menemui andi.
Janggut : ambilkan aku telur ayam kampung Dua biji , dan rokok satu bungkus " Lalu barang-barang tersebut di ambilkan oleh ali. Kemudian janggut membaca ayat ayat dan meniupnya ke telur tersebut ,lalu mengusapkan telur tadi ke tubuh andi hingga ke seluruh badan. dan ketika di pecahkan isi telur tersebut adalah jarum peniti yang berkarat Lalu telur kedua tanah kuburan.
Janggut : ambilkan aku telur ayam kampung Dua biji , dan rokok satu bungkus " Lalu barang-barang tersebut di ambilkan oleh ali. Kemudian janggut membaca ayat ayat dan meniupnya ke telur tersebut ,lalu mengusapkan telur tadi ke tubuh andi hingga ke seluruh badan. dan ketika di pecahkan isi telur tersebut adalah jarum peniti yang berkarat Lalu telur kedua tanah kuburan.
Janggut: Begini lah resikonya kalo salah langkah. Suami kamu sudah terpedaya olah wanita tepi laut itu. Dari dulu memang sudah terkenal , hati-hati jika bertatap mata dengan wanita yang tinggal si tepian laut tersebut ,, Karna bisa gak mau pulang ..
Mereka punya pelet yang hanya sekali tatap bisa membuat laki laki tergila gila sampai gak mau pulang. Jdi kalo saja kita terlambat suami kamu akan pergi ke kampung itu dan tinggal di sana. Apa lagi wanita itu sampai melepas sukmanya hanya untuk membawa suamimu"
Mereka punya pelet yang hanya sekali tatap bisa membuat laki laki tergila gila sampai gak mau pulang. Jdi kalo saja kita terlambat suami kamu akan pergi ke kampung itu dan tinggal di sana. Apa lagi wanita itu sampai melepas sukmanya hanya untuk membawa suamimu"
Leha hanya bisa menangis sambil mengucap syukur.
Hari berlalu andi pun sembuh dan dia kembali seperti dulu.
Semenjak kejadian itu andi pun berhenti jadi nahkoda. andi pun membeli mobil pickup berkat hasil dia selama kerja sebagai nahkoda. Karna kepandaiannya dalam membawa Kapal tentu andi dengan mudah bisa membawa mobil. Dia bekerja hanya sebagai jasa pembawa barang. Dari sayur mayur. Buah buahan. Dari kota ke kota.
Bagi leha penghasilan tidaklah masalah karna yang terpenting adalah kebahagiaa~
Yang nanyain nasib yudi.. Mohon maaf.. Mas andi tidak mau menceritakannya,
karna terakhir dia dengar kabar kalau yudi bercerai dengan istri pertamanya .
Lalu pindah ke kota untuk menikah lagi.
Bahkan kerabat dan keluarganya juga tidak tahu kabar Yudi .
sekian cerita hororku malam ini .
see you on next week !!
sekian cerita hororku malam ini .
see you on next week !!
Komentar
Posting Komentar