LIFT MALL DI MALAM HARI

Gambar
Picture is taken from google .


BASED ON TRUE STORY
LIFT MALL KETIKA DIMALAM HARI
A THREAD BY CINTA KIRANA



Cerita ini adalah pengalaman saya sendiri saat bekerja part time di salah satu mall di daerah Bandung. Hari itu seperti hari Rabu biasanya, saya dan kelima teman saya, sebut saja Ridho, Sulaeman, Ilyas, Angga dan Khoer selepas kuliah sekitar pukul 5 sore kami berangkat untuk kerja part time menjadi marketing di tempat kursus dan penjualan instrumen musik di satu mall di Bandung.

Saya adalah satu-satunya perempuan di tim marketing ini. Sebelumnya saya mendapat informasi tentang lowongan pekerjaan ini dari teman SMA yang mengundurkan diri dan meminta saya untuk menggantikannya. Akhirnya karena saya dan kelima teman saya pada saat itu sedang membutuhkan uang untuk biaya sehari-hari, kami pun mengambil pekerjaan tersebut.

Kami berangkat ke mall dengan menggunakan sepeda motor, saya berboncengan dengan Ridho, sisanya menggunakan motor masing-masing. Setibanya disana kami langsung menuju lantai paling atas.
Tempat kursus kami memang terletak di lantai paling atas dan berada persis di depan tempat permainan anak Game Master. Lantai atas juga merupakan foodcourt sehingga banyak counter-counter makanan bahkan restoran dengan meja dan kursi yang berderet disana sini.
Aneh memang ada tempat kursus di tempat seperti ini, tapi bos kami memang mengusung tema bahwa musik bisa dipelajari dimana saja termasuk di mall.

Sesampainya di atas, kami membuka rolling door dan merapikan meja serta barang-barang lainnya, disusul kemudian dengan kedatangan bos. Bos kami sebenarnya bekerja di salah satu kantor swasta ternama di Bandung, jadi mengelola tempat kursus ini bukan sebagai pekerjaan utama, hanya sebagai hobi saja sambil mengisi waktu sepulang kerja.

Tempat kursus kami buka dari jam 6 sampai jam 9 malam. Sebenarnya hari ini tidak ada kelas, tapi kami harus datang untuk meeting persiapan pagelaran musik yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Tepat jam 8 malam, suara riuh dari permainan Game Master yang menggema keseluruh lantai atas tiba-tiba berhenti dan lampu-lampunya mulai dipadamkan. Mendadak susana hening seketika Saya melirik jam tangan dan merasa aneh, karena biasanya Game Master akan berhenti beroprasi jam 8.30 malam. Hari ini tidak seperti biasanya, foodcourtpun tutup lebih awal dan hanya menyisakan meja-meja kosong dan kegelapan dibeberapa titik. Karena merasa tidak nyaman dengan keheningan ini, bos kami mengakhiri pembicaraan dan membereskan barangnya.

Yang lebih aneh lagi, tiba-tiba bos meminta kami semua ikut bersamanya menaiki lift sampai ke basement tempat mobilnya terparkir dan akan mengantarkan kami menggunakan mobil sampai ke parkiran motor yang berada di samping mall.

Fyi, parkiran mobil dan motor di mall ini memang terpisah. )

Kami yang awalnya heran, akhirnya mengikuti keinginan bos karena merasa segan. Kamipun mematikan lampu tempat kursus dan menutup rolling door kemudian berjalan menuju lift yang terletak diujung pojokan lantai atas. Di seberang lift terdapat washtafel dengan cermin besar yang memanjang. Bos menekan tanda panah ke bawah pada tombol di dinding samping lift. Tidak lama lift pun terbuka kami ber6 dan bos serta 2 pengunjung lainnya memasuki lift.
Salah satu dari kami menekan tombol B1 dan hanya tombol itu yang ditekan yang menandakan kami semua hanya menuju basement saja.

( Fyi, lift ini selain lift untuk penumpang, difungsikan untuk mengangkut barang juga, sehingga memiliki dua bukaan pada pintu lift. )

Setelah menuruni satu lantai, lift berhenti dilantai berikutnya. Ini bukan lantai B1, secara mekanisme kerja lift harus ada yang menekan tombol lift dari luar agar lift bisa berhenti dilantai tersebut. Pintu lift perlahan terbuka dari sisi yang berlawanan saat kita masuk. Kosong. Hening. Hanya terlihat lorong-lorong mall yang sudah gelap gulita dan semua toko di lantai tersebut telah tutup. Saya yang ada di samping pintu akhirnya memeriksa samping kanan dan kiri lift memastikan ada orang atau tidak. Dan hasilnya, tidak ada seorangpun disana.

Mungkin orang yang menekan tombol lift sudah pergi mengunakan tangga, batin saya.
Saat saya memasukan kembali badan saya yang menutupi sensor pintu lift agar tidak tertutup, tiba-tiba...

“BRUUUUUG!!!”

Lift tercuncang keras seolah ada sesuatu yang besar dan baru saja masuk ke dalam lift. Benar saja alarm lift kemudian langsung berbunyi nyaring dan lampu overload atau kelebihan muatan menyala. Aku sontak melirik bos dan melihat wajarnya pucat disertai dengan keringat dingin dipelipis matanya. Kami saling bertatapan satu sama lain. Dengan panik bos lalu menyuruhku untuk menekan tombol penutup pintu.
Ditengah kepanikan aku menekan tombol tersebut beberapa kali dan nihil. Pintu sama sekali tidak tertutup dan suara alarm masih terdengar memekakkan telinga.

Tidak mungkin kami overload, karena dari lantai atas alarm tidak berbunyi dan kami hanya ber9 dengan lift yang berkapasitas 13-15 orang. Dan tidak mungkin juga salah satu dari kami turun dilantai yang gelap ini dan mengalah untuk menaiki tangga.

Aku masih berusaha menekan tombol lift agar tertutup sambil merapalkan doa didalam hati berharap semua kejanggalan ini segera berakhir.

Akhirnya hening seketika. Alarm lift tidak lagi menyala disusul dengan pintu lift mulai tertutup dan lift kemudian bergerak menuju basement. Kami semua membisu seketika dengan guratan pucat dimasing-masing wajah.

Sesampainya di basement kami turun dan segera menaki mobil bos. Tidak ada percakapan sama sekali sampai akhirnya kami diturunkan di parkiran motor. Bos pun pergi melesatkan mobilnya.
Kami saling bertatapan kemudian bertanya-tanya tadi itu apa?!

Tapi tak ada seorangpun yang bisa menjelaskan kejadian tadi. Kamipun bergegas pulang dengan meninggalkan tanda tanya besar diantara kami.


Lift Mall di Malam Hari –Tamat–


Btw, belakangan ini mall tersebut seringnya hanya ramai sampai jam 6.30 malam saja. Kebanyakan para pedagang memilih tutup lebih awal. Aneh memang untuk mall di tengah kota sudah sepi pengunjung pada jam tersebut.





Komentar